Minggu, 21 Februari 2010

Tentang, Keunggulan, dan Download Global Mapper


Ho ho ho... bagi lo yang udah pernah denger aplikasi Global Mapper tapi belum tau apa saja keunggulan yang dimilikinya, ni gua kasi tau keunggulan yang dimiliki Global Mapper (tanpa bermaksud promosi atau hal sejenisnya). keunggulan yang dimiki aplikasi pembuat maps ini yaitu:
1. Mudah digunakan viewer / editor mampu menampilkan raster yang paling populer, elevasi dan vektor dataset
2. Mengkonversi, mengedit, mosaik, reproject, mencetak, melacak GPS
3. Memanfaatkan fungsi SIG pada kumpulan data
4. kemampuan untuk langsung mengakses beberapa sumber online gambaran, peta topografi, dan data dataran gridded
5. Akses ke seluruh dunia citra warna resolusi tinggi dari DigitalGlobe (watermark akses gratis), peta jalan rinci dari OpenStreetMap.org, dan akses ke seluruh TerraServer-USA database USGS citra satelit dan peta topografi bebas biaya
6. Global Mapper juga memiliki kemampuan untuk dengan mudah mengakses sumber data WMS, termasuk built-in akses ke data elevasi dan warna citra untuk seluruh dunia, dan untuk melihat data elevasi dan vektor 3D sejati dengan data yang dimuat disampirkan di atasnya.

Aplikasi ini biasa dipakai oleh para geografer, tapi yang lain juga banyak yang memakainya. Kalau lo tetarik n pengen nyoba tapi belum punya, lo bisa

download di sini


Moga bermanfaat buat lo samua

Sejarah Agama Islam di Indonesia

A. Sejarah Masuknya Islam di Indonesia

Masuknya islam ke Indonesia masih menjadi spekulasi dikalangan sejarawan. Sebagian dari mereka mengatakan islam masuk ke Indonesia sekita abad 12. Hal ini dapat dilihat dari makam raja Aceh yaitu Sultan Malik Al Salih yang meninggal pada tahun 1297 M. Begitu juga dengan laporan Marco Polo yang sedang melakukan perjalanan dari Cina menuju Persia melalui selat malaka, menyatakan bahwa ia singgah di selat malaka pada tahun 1292 dan mendapati rakyat disana telah memeluk agama islam. Namun sebagian sejarawan lagi menyatakan bahwa islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 . Ahli sejarah ada yang berkata bahwa di zaman pemerintahan Yazid bin Muawiyah, Khalifah Bani Umayyah yang kedua, telah didapat sekelompok keluarga orang Arab di Pesisir Barat pulau Sumatera. Artinya sebelum habis 100 tahun setelah Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam wafat bahkan bukti sejarah menunjukkan bahwa islam sudah ada di nusantara pada abad ke 11.

Proses masuknya islam ke Indonesia dapat disusun berdasarkan histografi klasik yaitu
a. Islam dibawa langsung dari arab
b. Islam diperkenalkan oleh para guru dan juru dakwah
c. Penguasa merupakan yang pertama memeluk agama islam
d. Sebagian besar juru dakwah datang pada abad ke-12 dan 13

Tempat asal datangnya islam ke Indonesia dikelompokkan ke dalam tiga teori dasar yaitu
• Teori yang menyatakan bahwa islam masuk ke Indonesia datang dari arab atau lebih tepatnya yaitu dari Hadralmaut. Teori semacam ini dikemukakan oleh Hamka dalam seminar “Sejarah masuknya Islam di Indonesia” pada 1962. Menurutnya islam masukk ke Indonesia langsung dari arab bukan dari india
• Teori yang menyatakan bahwa islam datang dari india
• Teori lain yang dikembangkan oleh Fatimi menyatakan bahwa islam datang dari Benggal

Dari ketiga teori ini yang memiliki pandangan yang lebih kuat ialah bahwa islam datang dari Hadralmaut. Ini berdasarkan catatan di manuskrip di Indonesia terutama daerah jawa yang dianut mayoritas penduduk Yaman. Selain itu jalur masuk islam ke Indonesia dapat dibagi dalam dua jaur yaitu:
• Jalur utara ; Arab – Damaskus – Baghdad – Gujarat – Srilanka – Indonesia
• Jalur selatan ; Arab – Yaman – Srilanka – Indonesia

Daerah yang mula-mula menganut agama islam adalah
• Pariaman di Sumatera Barat yang dibawa oleh Syekh Burhanuddin
• Gersik dan Tuban yang dibawa oleh pedagang dari Hadralmaut
• Demak yang disebarkan oleh Raden Fatah
• Cirebon yang disebarkan oleh Sunan Gunung Jati
• Palembang yang disebarkan oleh Raden Rahmat
• Banjar yang disebarkan oleh mubalig dari negeri Johor
• Makasar yang disebarkan oleh Datuk Ri Bandang
• Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo yang disebarkan oleh Syekh Mansyur
• Sorong yang disebarkan oleh mubalig

Cara penyebaran agama islam di Indonesia dapat dibagi atas tiga macam yaitu:
• Perdagangan . pedagang Arab datang sebagai pedagang sekaligus sebagai mubalig
• Pernikahan. Pedagang ada yang menetap lalu menikah dengan penduduk setempat. Mereka lalu menyebarkan agama islam di daerah tersebut
• Pembebasan budak

B.Sejarah Perkembangan Agama Islam di Indonesia
Pertumbuhan islam mula-mula terjadi di daerah pesisir terutama di pelabuhan –pelabuhan penting yang ada di Sumatera, Jawa dan pulau lainnya. Dari daerah ini islam menyebar ke daerah sekitar sehingga sekitar abad ke-17 , pengaruh islam sudah hampir merata di berbagai daerah di nusantara. Ulama memainkan peranan yang penting dalam penyebaran agama islam. Metode yang meraka lakukan ialah:
• Membentuk kader-kader ulama yang bertugas sebagai mubalig ke daerah yang lebih luas. Cara ini dipraktikkan di lembaga pendidikan islam di Jawa, Aceh dan Minangkabau.
• Melalui karya yang tersebar luas sehingga dapat dibaca oleh berbagai lapisan masyarakat dari berbagai daerah. Ilmuwan pertama islam di Indonesia saat itu ialah Hamzah Fansuri, Syamsudin al-sumatrni, Nuruddin ar-Raniri, Abdurrauf Singkel merupakan ilmuwan yang berasal dari Aceh dan banyak mengenalkan pemikiran tasawuf. Di Jawa ada karya Abdul Muhyi dan Sunan Bonang yang banyak menyerap karya serat suluk yang kaya akan ajaran etika dan tasawuf.

Perkembangan islam di nusantara dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu:
• Perkembangan islam di daerah Sumatera.
Kerajaan islam yang pertama berdiri di Sumatera ialah kerajaan Samudera Pasai yang terletak di Kampung Samudera di tepi sungai Pasai. Raja yang memerintah kerajaan itu ialah Sultan al-Malikus Shalih, sultan Malikuz Zahir, sultan Malikuz Zahir II, sultan Zainal Abidin dan sultan Iskandar. Setelah kerajaan Pasai runtuh akibat serangan Portugis maka berdirilah kerajaan Aceh pada abad XVI dengan raja terbesarnya sultan Iskandar MudaMahkota Alam
• Perkembangan islam di Jawagerakan penyebaran islam di Jawa dimotori oleh wali songo. Di antara wali tersebut ada yang hanya berdakwah sebagai penyiar agama, namun ada juga yang memegang peranan penting dalam pemerintahan. Wali songo tersebut ialah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria dan Suna Gunung Djati. Mereka mendirikan pesantren untuk menggembleng santrinya agar menjadi manusia yang berkualitas serta mampu meneruskan dakwah.
• Perkembangan islam di Sulawesi
Kerajaan yang pertama memeluk agama islam di Sulawesi ialah kerajaan Gowa dan Tallo. Raja yang pertama memeluk agama islam ialah Daeng Manrabia yang kemudian bergelar sultan Alaudin dan raja Tallo yang bergelar sultan Abdullah.
• Perkembangan islam di Kalimantan
Kerajaan yang pertama msasuk islam di Kalimantan ialah kerajaan Sukadana di Kalimantan Barat dengan sultan yang pertamanya ialah Sultan Giri Kusuma dankemudian digantikan oleh putranya Sultan Muhammad Syafiuddin. Kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan juga memeluk agama islam dengan rajanya Suyanullah.Sultan ini mendapatkan bantuan dari kerajaan Demak untuk mengalahkan kerajaan Neragadipa. Setelah itu islam mulai berkembang di Kalimantan. Pada abad XVI islam tersebar luas di Kalimantan Timur.
• Perkembangan islam di nusantaara bagian timur
Perkembangan islam di Maluku ditandai dengan berdirinya kerajaan Ternate, Tidore dan Bacan. Dari kerajaan inilah islam terus berkembang sehingga menjadi agama mayoritas dai penduduk.

Sumber:
1. Buku: Menjadi Cendikiawan Muslim
2. Gambar: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwV1hUFd36iAbRBw9mZEi1BFrCW5tFkOpskzcmqf4UYyZJVJTpr3FyM_EXH0sNx8s0-fR1Xfa9sMZQgtCuwpdwlmnmOONGZVBqu6jMk0kgE2vt8INdIp9xDBfecvA74qSCjZ2_m7xjOWM/s400/WalisongoLengkap.jpg
3. Gambar: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRPMxMmsreCzF9gFBvlbUuChFSwIXXhVOhryL8N7Podkj8fKmq54CdB8G2vQ220oYeSYFTPn2MYe1sk69xKl6W3JsXfUw98EBmCJrZzUcDmdxd0WqOmPbxLloJYvlTmuX3ODkkJx9Mo9g/s730/MATI.JPG

SETTLEMENT SYMBOL ON THE TOPOGRAPHIC MAP


Cartography lab LTM

Detail map:
CIREBON
Jantop TNI - AD. Jakarta th. 1984
42 pieces / XXXVIII - C

Maps will I describe the Cirebon map printed by the Army in 1984. This map is a piece of 42 / XXXVIII - C. But as I described the settlement symbols on topographic maps of Cirebon.

Residential areas in Cirebon topographic map is represented by the green shaded area. Based on the symbols, this residential area is divided into

three kinds, namely:
1. firmly bounded village
2. village boundary is not firmly
3. Scattered houses

Village firmly bounded edges marked with black stripes. In the village boundary is not firmly on the mark with the absence of lines at the edges.

Not unlike a borderless village is not clear, the scattered homes are also marked by the absence of edge lines. As for the difference between the village boundary is not clear with scattered houses on the map symbol on the intensity of green color in the shaded area. In a borderless village area is not firmly on the green shaded area is more concentrated and more tightly than in shaded areas scattered houses.

Most of the residential population of the village is a bounded area firmly. Ie residential areas around the main street. Only a few of the residential population that is a borderless village area is not clear, what areas scattered houses. A borderless village area irresolute and scattered houses located in areas not arealnya relatively flat and main roads impassable.

Settlements are generally located around the impassable roads dearah main (the main class hard way). This makes the area through which the main street was packed in stacked housing. Meanwhile, in areas that did not go through the main street only a few are used as a settlement. Area located around the southern region.

In general, settlements Cirebon area is located on a relatively flat area. This can be seen from the territory that is not traveled by many contour lines. Residential area is relatively flat does not lie in the south. Regional pemukiaman relatively odd is an area that does not go through the main street.

Settlements surrounded by rice field acreage. The area is more extensive rice fields compared with the settlements. From here a conclusion can be drawn Wordpress Cirebon regional population density is still relatively tenuous. This is supported again by the fact that settlement is an area of the township area. This also meperlihatkan that most people in Cirebon has a life as a farmer.

Residential areas are generally located in the receiving areas crossed by the creek. Only a few of the residential area that is not dilaui by tributary streams. This explains the possibility that the river is a vital part of the population of Cirebon. While settlements crossed by the main stream of the river just in some areas.

  • In general it can be concluded settlements in Cirebon area is the township has a density receiving areas located far apart on a relatively flat region in the lowlands. Residential area bounded more strongly than the residential area bounded unambiguous regions scattered houses. Pendudduk residential area centered on the main roads impassable. Residential area is also surrounded by rice fields that have a wider area.